Nyeri Kaki, Growing Pain dan Alergi

Nyeri Kaki, Growing Pain dan Alergi

Nyeri kaki pada anak di malam hari sampai saat masih belum jelas penyebabnya. Selama ini banyak klinisi menganggap gangguan itu karena growing pain. Namun diagnosis tersebut tidak sepenuhnya benar karena selama ini tidak terbukti secara ilmiah karena disebabkan karena pertumbuhan tulang.Demikian juga Growing pain disebabkan karena aktifitas berlebihan dan terlalu lelah saat siang hari masih belum ada penelitian yang membuktikannya. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa gangguan nyeri tulang pada anak tersebut salah satunya bisa disebabkan karena alergi makanan karena sering terjadi pada penderita alergi. Saat timbul keluhan tersebut seringkali disertai manifestasi alergi lainnya

Sementara kita biasanya berpikir tentang alergi yang menyebabkan gejala seperti gatal-gatal, batuk dan bersin,mereka juga dapat menyebabkan semua jenis, gejala lain yang kurang terkenal. Salah satunya adalah rheumatoid arthritis (RA),atau peradangan, pembengkakan dan nyeri pada sendi.Meskipun biasanya terjadi di tangan, RA dapat mempengaruhisalah satu sendi dalam tubuh, dan dapat mempengaruhi anak-anak maupun orang dewasa. RA adalah kondisi autoimun danumumnya diobati dengan obat anti–inflamasi, yang menawarkan bantuan sementara tetapi tidak menyembuhkan kondisi. Alergi makanan adalah reaksi dari sistem kekebalan tubuh, yang salahmengidentifikasi makanan sebagai berbahaya bagi tubuh dan mencoba untuk melawan mereka. Jika reaksi alergimenyebabkan RA, kemudian mengeluarkan alergen dan mengobati alergi harus menyembuhkan RA. Ini berlaku untuknyeri sendi terdefinisi juga, bahkan jika mereka tidakdiklasifikasikan sebagai RA. Ternyata bukan hanya sendi alergi juga dilaporkan membuat keluhan nyeri pada otot atau yang sering disebut growing pain. Sampai saat ini masih belum diketahui pasti mekanisme p[enyebab alergi mengakibatkan nyeri. Beberapa laporan kasus menyebutkan bahwa mediator kimia dalam tubuh saat terjadinya alergi dapat merangsang inflamasi serabuut saraf sehingga mengakibatkan nyeri kepala atau neyeri otot dan nyeri sendi.

Jika Anda melihat bahwa nyeri sendi dimulai dalam satu harimakan makanan tertentu dan kemudian hilang sampai waktu berikutnya Anda makan makanan, Anda mungkin memiliki alergi makanan. Lainnya, lebih umum gejala alergi makanan termasuk pembengkakan, gatal-gatal, sesak napas, nyeri perut, mual, muntah dan diare. Jika Anda curiga Anda memiliki alergi makanan, melihat alergi untuk diagnosis. Dokter Anda mungkinmelakukan tes tusuk kulit, menerapkan sejumlah kecil alergen kegoresan pada kulit lengan atau punggung dan mengamati reaksi.Dia juga dapat melakukan E (IgE) uji Immunoglobulin untuk memeriksa antibodi dalam darah Anda. Dokter mungkin meresepkan obat untuk mengobati gejala Anda, tetapipengobatan terbaik untuk alergi adalah untuk mencegah gejaladengan tinggal jauh dari makanan yang Anda alergi. Jika Anda memiliki alergi parah yang dapat menyebabkan anafilaksis(reaksi mengancam jiwa), dokter mungkin memberikan Andaepinefrin untuk menjaga dengan Anda setiap saat.

Growing Pain dan Alergi

Growing pains adalah rasa nyeri atau sakit di kedua tungkai, sering terasa di paha bagian depan, betis atau di daerah belakang lutut. Timbul terutama sore atau malam hari bahkandapat membangunkan anak dari tidur dan menghilang pada pagi hari serta anak dapat beraktifitas seperti biasa sepanjang hari. Akan tetapi rasa sakit tersebut sering menyebabkan anak terbangun di malam hari. Meskipun rasa sakit ini disebutGrowing pains, tidak ada bukti bahwa disebabkan karena  pertumbuhan tulang atau karena terkllalu lelah bermain saat siang hari.Growing pains merupakan nyeri otot, bukan nyeri ataupun bengkak di persendian. Growing pains mungkin terkait dengan ambang nyeri menurunkan atau karena reaksi infamasi karena alergi.  Karakteristik khas alergi yang berkaitan dengan growing pain adalah samanya waktu yang ditimbulkan. Alergi dengan manifestasi yang khas bahwa hampir semua gejala alergi timbul lebih berat di saat malam hari hingga pagi dini hari dan akan menghilang menjelang siang hari. Hal ini terjadi karena mengikuti pola hormonal sirkadial, karena gangguan alergi ternyata juga berkaitan dengan gangguan perubuhan hormon di tubuh manusia. Demikian manofestasi growing pain juga sering timbul di saat yang sama. 

Penulis mengadakan penelitian pada 25 anak dengan growing pain. Ternyata sebagian besar anak tersebut mempunyai riwayat keluhan tanda dan gejala alergi sebelumnya. Dalam pengamatran tersebut tampak bahwa saat trimbul gangguan growing pain juga disertai manifestasi nalergi lainnya seperti nyeri perut dan hipersenitifitas saluran cerna lainnya, gangguan kulit, hidung dan kekambuhan asma. Pengaruh eliminasi makanan ternyata bisa menghilang gangguan nyeri pada anak tersebut. Saat makanan dilakukann provokasi ternyata anak mengeluh nyeri lagi dengan kualitas yang ringan. Tetapi saat terjadi infekasi virus khususnya infeksi saluran napas gangguan nyeri ternyata lebih hebat lagi timbulnya.

Growing pains adalah gejala nyeri yang relatif sering terjadi pada anak-anak. Biasanya, gangguan itu terjadi dalam otot, bukansendi pada kaki dan agak jarang pada lengan. Gangguan nyeri itu biasanya terasa di kedua sisi, dan muncul di sore hari atau di malam hari dan menghilang saat anak bangun tidur pagi hari,dengan rasa sakit yang bervariasi dari ringan sampai sangat parah. Nyeri tidak timbul  pada pagi hari, dan tidak ada tanda-tanda klinis peradangan. Nyeri dapat kambuh malam ataukadang tidak timbul selama berhari-hari sampai berbulan-bulan.Tumbuh rasa sakit tidak berhubungan dengan penyakit serius lainnya dan biasanya sembuh pada akhir masa kanak-kanak,tetapi episode sering mampu memiliki pengaruh besar pada kehidupan anak. Growing pains pertama kali digambarkan seperti pada tahun 1823 oleh seorang dokter Prancis.

GP sangat umum dan mudah untuk didiagnosis karena adanyapenampilan karakteristik klinis yang khas.  Namun tidak jelasapakah beberapa dari anak-anak ini dapat berkembang menjadi gejala sindrom nyeri non–inflamasi lainnya. Hal ini akan menjadipenting untuk mengikuti nilai ambang nyeri anak dengan GP danberkorelasi temuan dengan gejala yang timbul. Hasil studi jangka panjang disarankan untuk menyelidiki apakah anak-anak denganGP yang memiliki ambang nyeri yang lebih rendah, rentan untuk menjadi sindrom nyeri non–inflamasi lain dalam sistemmuskuloskeletal atau lainnya nanti pada masa remaja atau dewasa. Sebagian anak dengan GP dapat berkembang menjadisindrom nyeri non–inflamasi kemudian pada masa remaja atau dewasa, uji coba intervensi dini, dengan terapi perilaku kognitifmisalnya, dapat mencegah perkembangan sindrom lainnya di kemudian hari.

Growing pains bukanlah penyakit dan akan menghilang saat anak berusia belasan tahun serta tidak memerlukan terapi atau penangan dokter. Meskipun tidak berbahaya, rasa sakit yang mengganggu perlu mendapat perhatian dari orang tua. Anak yang mengalami growing pains biasanya berusia sekitar 2 – 12 tahun, 25%-40% berkisar antara usia 3 – 5 tahun, serta antara 8 – 12 tahun. Prevalensi yang dilaporkan sakit tumbuh telah antara 3% dan 49% dari anak-anak. Growing pains dikatakan biasanya terjadi dalam dua periode selama kehidupan seorang anak, pertama, antara sekitar 3 dan 5 tahun, kemudian pada 8 sampai 12 tahun usia, namun tidak ada penelitian epidemiologi untuk mendukung pengamatan ini.. Individu dapat sangat bervariasi di saat mereka mengalami sakit tumbuh.

Tanda dan Gejala

  • Kebanyakan anak melaporkan nyeri di bagian depan paha mereka, di betis, atau di belakang lutut. Meskipun sakit tumbuh sering menyerang di sore hari atau sore hari sebelum tidur, sakit kadang-kadang bisa membangunkan tidur sang anak. Intensitas nyeri bervariasi dari anak ke anak, dan sebagian besar tidak mengalami nyeri setiap hari.
  • Sakit Pertumbuhan selalu berkonsentrasi dalam otot, sendi tampak normal sedangkan pada anak yang menderita penyakit yang lebih serius, sendi tampak bengkak, merah, lembut, atau hangat.

Diagnosis

  • Salah satu dokter menemukan gejala yang paling membantu dalam membuat diagnosis sakit tumbuh adalah bagaimana anak merespon sentuhan sementara kesakitan. Anak-anak yang mengalami sakit dari penyakit medis yang serius tidak suka ditangani karena gerakan cenderung untuk meningkatkan rasa sakit. Tetapi mereka dengan sakit pertumbuhan merespon secara berbeda – mereka merasa lebih baik ketika mereka ditahan, dipijat, dan dipeluk.
  • Growing Pain adalah disebut diagnosis eksklusi. Hal ini berarti bahwa kondisi-kondisi lainnya harus disingkirkan sebelum diagnosis sakit pertumbuhan dibuat. Riwayat menyeluruh dan pemeriksaan fisik oleh podiatrist atau dokter Anda biasanya dapat mencapai hal ini. Dalam kasus yang jarang, penelitian darah dan X-ray mungkin diperlukan sebelum dibuat diagnosis akhir sakit pertumbuhan.
  • Pernyakit yang harus disingkirkan dan merupakan penyebab jarang adalah beberapa penyebab spesifik dari sakit timbul, terutama di bagian tumit, yang disebut penyakit Sever atau apophysitis kalkanealis dan di lutut, di mana disebut penyakit Osgood-schlatters. Gangguan keganasan atau kanker khususnya kanker tulang atau mestatasis atau penyebaran kanker pada anak juga bisa jadi penyebab nyeri pada kaki dan tulang.

Kontroversi:

Meski dinamakan growing pains tapi sebenarnya kondisi ini tidak disebabkan oleh pertumbuhan anak. Beberapa orangtua bahkan dokter menganggap keluhan ini disebabkan karena aktivitas seperti melompat, berlari, dan olah raga berlebihan. Tidak ada fakta ilmiah yang mendukung nhal ini. Karena banyak anak yang melakukan aktifitas berlebihan tidak mengalami hal serupa. Demikian juga anak yang mengalami keluhan nyeri meski suatu saat melakukan gerakan yang berlebihan malamnya tidak mengalami hal yang sama. Tidak ada bukti kuat menunjukkan bahwa pertumbuhan menyebabkan nyeri tulang.Growing Pain atau Nyeri kaki pada anak merupakan gejala pada anak tidak umum dibandingkan orang dewasa karena fleksibilitas dan ketahanan dari jaringan. Namun hal ini juga tidak bukti kuat secara ilmiah yang membuktikan hal itu.Beberapa teori menyebutkan bahwa berkaitan dengan Ambang Nyeri rendah khususnya pada kasus sindrom nyerimuskuloskeletal non–inflamasi, kekuatan tulang,  perubahan perfusi darah, anatomi dan lingkungan keluargaPenyebab jarang GP dapat merupakan manifestasi dari penyakit organik seperti penyakit otot metabolik bila terjadi setelah latihan atau sindrom rest leg , terutama pada keluarga dengan riwayat sindrom ini.

Penanganan

  • Pijatan ringan untuk mengurangi nyeriRegangkan kedua tungkai anak secara perlahan, lakukan pada siang hari dan sebelum tidur.Kompres hangat di daerah otot yang nyeri sebelum tidur atau saat anak merasa nyeri. Mandi dengan air hangat sebelum tidur juga membantu atau tempatkan bantal pemanas di daerah sakitObat analgetik seperti parasetamol atau ibuprofen juga bisa diberikan untuk menghilangkan rasa nyeri. 
  • Pemberian ibuprofen atau acetaminophen (Jangan pernah memberikan aspirin pada anak di bawah 12 karena berasosiasi dengan Reye Syndrome, sebuah penyakit langka tapi berpotensi fatal)Penelitian menunjukkan bahwa dalam 90% kasus, pengobatan dengan orthoses kaki mengurangi mayoritas sakit pertumbuhanGrowing pains bukan penyakit berbahaya dan bisa hilang ketika anak berusia belasan tahun. Ganguan ini juga tidak membutuhkan terapi atau penanganan dokter.

KENALI SALAH SATU ATAU BEBERAPA TANDA DAN GEJALA ALERGI YANG SERING  MENYERTAI SAAT VTERJADINYA GROWING PAIN

SALURAN NAPAS DAN HIDUNG : Batuk / pilek lama (>2 minggu), ASMA, bersin, hidung buntu, terutama malam dan pagi hari. MIMISAN, suara serak, SINUSITIS, sering menarik napas dalam.KULIT : Kulit timbul BISUL, kemerahan, bercak putih dan bekas hitam seperti tergigit nyamuk. Warna putih pada kulit seperti ”panu”. Sering menggosok mata, hidung, telinga, sering menarik atau memegang alat kelamin karena gatal. Kotoran telinga berlebihan, sedikit berbau, sakit telinga bila ditekan (otitis eksterna).SALURAN CERNA : Mudah MUNTAH bila menangis, berlari atau makan banyak. MUAL pagi hari. Sering Buang Air Besar (BAB)  3 kali/hari atau lebih, sulit BAB (obstipasi), kotoran bulat kecil hitam seperti kotoran kambing, keras, sering buang angin, berak di celana. Sering KEMBUNG, sering buang angin dan bau tajam. Sering NYERI PERUT.GIGI DAN MULUT : Nyeri gigi, gigi berwarna kuning kecoklatan, gigi rusak, gusi mudah bengkak/berdarah. Bibir kering dan mudah berdarah, sering SARIAWAN, lidah putih & berpulau, mulut berbau, air liur berlebihan.PEMBULUH DARAH Vaskulitis (pembuluh darah kecil pecah) : sering LEBAM KEBIRUAN pada tulang kering kaki atau pipi atas seperti bekas terbentur. Berdebar-debar, mudah pingsan, tekanan darah rendah.SALURAN KENCING : Sering minta kencing, BED WETTING (semalam  ngompol 2-3 kali)MATA : Mata gatal, timbul bintil di kelopak mata (hordeolum). Kulit hitam di area bawah kelopak mata. memakai kaca mata (silindris) sejak usia 6-12 tahun.HORMONAL : rambut berlebihan di kaki atau tangan, keputihan, gangguan pertumbuhan tinggi badan.Kepala,telapak kaki/tangan sering teraba hangat. Berkeringat berlebihan meski dingin (malam/ac). Keringat  berbau.FATIQUE :  mudah lelah, sering minta gendong

GANGGUAN PERILAKU YANG SERING MENYERTAI PENDERITA ALERGI DAN HIPERSENSITIFITAS MAKANAN PADA ANAK BALITA :

SUSUNAN SARAF PUSAT : sakit kepala, MIGRAIN, TICS (gerakan mata sering berkedip), , KEJANG NONSPESIFIK (kejang tanpa demam & EEG normal).GERAKAN MOTORIK BERLEBIHAN Mata bayi sering melihat ke atas. Tangan dan kaki bergerak terus tidak bisa dibedong/diselimuti. Senang posisi berdiri bila digendong, sering minta turun atau sering menggerakkan kepala ke belakang, membentur benturkan kepala. Sering bergulung-gulung di kasur, menjatuhkan badan di kasur (“smackdown”}. ”Tomboy” pada anak perempuan : main bola, memanjat dll.AGRESIF MENINGKAT sering memukul kepala sendiri, orang lain. Sering menggigit, menjilat, mencubit, menjambak (spt “gemes”)GANGGUAN KONSENTRASI: cepat bosan sesuatu aktifitas kecuali menonton televisi,main game, baca komik, belajar. Mengerjakan sesuatu  tidak bisa lama, tidak teliti, sering kehilangan barang, tidak mau antri, pelupa, suka “bengong”, TAPI ANAK TAMPAK CERDASEMOSI TINGGI (mudah marah, sering berteriak /mengamuk/tantrum), keras kepala, negatifismeGANGGUAN KESEIMBANGAN KOORDINASI DAN MOTORIK : Terlambat bolak-balik, duduk, merangkak dan berjalan. Jalan terburu-buru, mudah terjatuh/ menabrak, duduk leter ”W”.GANGGUAN SENSORIS : sensitif terhadap suara (frekuensi tinggi) , cahaya (mudah silau), perabaan telapak kaki dan tangan sensitif  (jalan jinjit, flat foot, mudah geli, mudah jijik, tidak suka memegang bulu, boneka dan bianatang berbulu)GANGGUAN ORAL MOTOR : TERLAMBAT BICARA, bicara terburu-buru, cadel, gagap. GANGGUAN MENELAN DAN MENGUNYAH, tidak bisa  makan makanan berserat (daging sapi, sayur, nasi) Disertai keterlambatan pertumbuhan gigi.IMPULSIF : banyak bicara,tertawa berlebihan, sering memotong pembicaraan orang lainMemperberat gejala AUTIS dan ADHD (Alergi dan hipersensititas makanan bukan penyebab Autis atau ADHD tetapi hanya memperberat gejalanya)

KOMPLIKASI SERING MENYERTAI ALERGI DAN HIPERSENSITIFITAS MAKANAN PADA ANAK BALITA :

Daya tahan menurun sering sakit demam, batuk, pilek setiap bulan bahkan sebulan 2 kali. (normal sakit seharusnya 2-3 bulan sekali)Karena sering sakit berakibat Tonsilitis kronis (AMANDEL MEMBESAR) hindari operasi amandel yang tidak perlu atau mengalami Infeksi TelingaWaspadai dan hindari efek samping PEMAKAIAN OBAT TERLALU SERING.Mudah mengalami INFEKSI SALURAN KENCING.  Kulit di sekitar kelamin sering kemerahanSERING TERJADI OVERDIAGNOSIS TBC  (MINUM OBAT JANGKA PANJANG PADAHAL BELUM TENTU MENDERITA TBC / ”FLEK ”)  KARENA GEJALA ALERGI MIRIP PENYAKIT TBC. BATUK LAMA BUKAN GEJALA TBC PADA ANAK BILA DIAGNOSIS TBC MERAGUKAN SEBAIKNYA ”SECOND OPINION” DENGAN DOKTER LAINNYAMENGALAMI RESIKO GIZI GANDA : Pada sebagian kelompok mengalami kesulitan makan dan gangguan kenaikkan berat badan sebagian kecil lainnya mengalami ganmgguan MAKAN BERLEBIHAN KEGEMUKAN atau OBESITASINFEKSI JAMUR (HIPERSENSITIF CANDIDIASIS) di lidah, selangkangan, di leher, perut atau dada, KEPUTIHAN

HINGGA KINI BANYAK BERBAGAI GANGGUAN TERSEBUT DI ATAS MASIH BELUM TERUNGKAP JELAS APA PENYEBABNYA. SEHINGGA BANYAK TIMBUL PENDAPAT BERBEDA UNTUK MENDUGA PENYEBABNYA. SERINGKALI JUGA DIANGGAP  MANIFESTASI NORMALTERNYATA BEBERAPA GANGGUAN TERSEBUT HILANG TIMBUL SECARA BERSAMAAN BERKAITAN DENGAN KONSUMSI MAKANAN TERTENTU. Sebagian besar bayi prematur mengalami hipersensitifitas saluran cerna bisa terjadi alergi makanan atau hipersensitifis makanan tipe non atopi. Ternyata saluran cerna ini menurut teori “Gut Brain Axis” dapat merangsang susunan saraf pusat yang mengakibatkan berbagai hal tersebut di atas.CERMATI HIPERSENSITIFITAS SALURAN CERNA PADA ANAK : Gastrooesephagealrefluks/GER), Sering MUNTAH/gumoh), kembung,“cegukan”, buang angin keras dan sering, sering rewel gelisah (kolik) terutama malam hari, BAB > 3 kali perhari, atau sebaliknya BAB TIDAK TIAP HARI. Feses warna hijau,hitam dan berbau.  Sering “ngeden & beresiko Hernia Umbilikalis (pusar), Scrotalis, inguinalis. Air liur berlebihan. Lidah sering timbul putih, bibir keringCERMATI HIPERSENSITIFITAS SALURAN CERNA PADA ANAK : Mudah MUNTAH bila menangis, berlari atau makan banyak. MUAL pagi hari. SERING BAB 3 kali/hari atau lebih atau sebaliknya SULIT BAB, TIDAK BAB TIAP HARI, kotoran bulat hitam seperti kotoran kambing, keras, sering buang angin, berak di celana. Sering KEMBUNG, sering buang angin,bau tajam. Sering NYERI PERUT, anus gatal

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s